DATA WILAYAH

Peta Wilayah

Desa Jlumpang memiliki luas wilayah 210,240 hektare, yang mendukung pengembangan sektor pertanian, pemukiman, dan fasilitas umum. Luas ini menjadi potensi penting dalam pembangunan desa yang berkelanjutan.

Wilayah Desa Jlumpang memiliki iklim tropis dengan curah hujan rata-rata 2.383 mm/tahun, suhu udara berkisar antara 18-32 derajat C, kecepatan angin 0,37-0,71 knot dan kelembaban udara 38,5 – 98 %.

Desa Jlumpang terdiri dari lima dusun, yaitu Dusun Jlumpang, Dusun Pengkok, Dusun Pereng, Dusun Kutukan, dan Dusun Watulemper. Masing-masing dusun memiliki karakteristik dan potensi yang beragam, baik dari segi budaya, pertanian, maupun sumber daya manusianya, yang bersama-sama membentuk kesatuan masyarakat Desa Jlumpang yang harmonis dan saling mendukung.

Batas Wilayah

Timur

Desa Plumutan dan Bantal

Selatan

Desa Rejosari

Barat

Desa Bancak dan Desa Boto

Utara

Kabupaten Grobogan

Kondisi Geografis

Luas untuk persawahan hanya sebesar 38,16% atau 80,240 Ha, sebagai hutan 19,2% atau 40 Ha dan sisanya 42,64% atau 90 Ha merupakan areal bukan persawahan. Luas lahan tersebut adalah sawah tadah hujan 80,240 Ha. Sementara areal bukan sawah meliputi pekarangan dan bangunan, tegalan 45 Ha, perkantoran 0,55 Ha, sekolahan 1,20 Ha, tempat ibadah 1,77 Ha, Kuburan 1,00 Ha, jalan desa 2,50 Ha, lapangan 0,20 Ha serta lain-lain 37,78 Ha.

Demografis Desa

Demografis  adalah studi ilmiah tentang penduduk, terutama tentang jumlah, struktur dan perkembangannya.

Jumlah prnduduk desa :
Laki – laki                                : 690 orang
Jumlah perempuan                 : 736 orang
Jumlah total                            : 1.426 orang
Jumlah KK                               : 490 orang

Instansi Sekolah

Desa Jlumpang memiliki fasilitas pendidikan berupa satu gedung PAUD, TK, SD, dan Madrasah Ibtidaiyah, masing-masing dengan tenaga pengajar dan murid yang aktif menjalankan kegiatan belajar mengajar.

Tempat Ibadah

Desa Jlumpang juga memiliki sejumlah tempat ibadah yang menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat. Di antaranya terdapat masjid yang digunakan untuk salat berjamaah dan kegiatan keagamaan skala besar, serta beberapa mushola yang tersebar di berbagai dusun sebagai sarana ibadah harian warga. Selain itu, terdapat madrasah yang berperan penting dalam pendidikan agama Islam bagi anak-anak dan remaja, menjadi bagian dari upaya desa dalam membentuk generasi yang berakhlak dan berilmu.